Perihal Cinta

Ia yang mengatur, dua jaring yang pada awalnya tak diketahui alurnya. Terpisah, tanpa bentuk dan berserakan menyelimuti pohon kehidupan. Mereka bersinggungan dan membentuk garis baru yang mulai terpola. Menghiasi sepucuk daun di balik ranting yang enggan rapuh termakan usia.

Ia yang memanggil, dua hati yang enggan berbicara kepada mereka yang tidak layak. Berbisik di sela telinga yang kian lelah mendengar kedustaan. Suaranya menggema penuhi ruang kehampaan. Melagukan kerinduan lewat getaran hati yang tak mampu dipahami. Membangunkan mereka dari mimpi panjang dan mengakhiri penantian.

Ia yang menuliskan, rangkaian aksara dari sejuta keinginan. Menguntai kata indah penuh makna. Menggoreskan tinta tanpa sedikitpun kebohongan. Mencatat semua suka dan duka bersama. Merangkai semua tangis dan tawa berdua. Menuangkan memori dalam buku bertajuk ‘kehidupan’.

Ia yang melihat, dua insan yang kerap menadahkan kedua tangan. Memandang mereka yang mulai letih mencari. Menilisik jauh ke dalam hati yang suci. Memperhatikan mereka yang tanpa letih menanti. Mencari mereka yang tanpa henti percaya, bahwa kelak akan dipertemukan lewat apapun itu namanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s