Senja Di Pinggir Ibu Kota

Hitam nyaris menutupi senja di pinggir ibu kota
langit hari ini terlihat tidak biasa
ia memancarkan warna kemerahan bekas hujan
keindahan itu sebentar lagi menghilang ditelan malam
aneh, karena ia sama seperti mu
yang hanya singgah sebentar
namun kehadirannya selalu dapat menyinggungkan senyum di pipi

disela kenikmatan, akan ku coba tuliskan sebait lirik
akan ku coba untuk mengabadikan keindahan yang tinggal sepersekian detik
seperti yang terus-menerus aku lakukan di saat mimpi mu, sekarang, adalah nyata bagi ku
“menghilang”
itu hal yang selalu dilakukan orang-orang bukan?
mencoba untuk mengabadikan bagian kecil dari dirinya sebelum pergi
dengan meninggalkan jejak kaki di tanah

meskipun ketika merah di langit nyaris menghilang
kau akan selalu ku siasati untuk tetap hadir
lewat canda tawa pertanyaan “sederhana” yang kerap kau utarakan
meskipun ketika rona di pipi mu tak bisa lagi dapat ku lihat
memori tentang mu akan selalu ku lindungi
lewat goresan tinta bertuliskan 25 Juli 2016
dan meskipun ketika suara merdu mu tak lagi jelas dapat ku dengar
melodi tentang mu akan selalu melagukan makna penuh arti
lewat lantunan lagu “here, there and everywhere”

(SMB, 15 September 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s