Di Balik Duduk Ku

angin menyapa tempat dimana ku terduduk
diam-diam ia menggoda ku untuk beranjak
kesejukannya membisikan sebuah perjalanan panjang
tentang kenikmatan sensasi menelusup alam raya

waktunya hanya sesaat
sebelum pada akhirnya ia kembali menghilang dengan begitu saja
tirai panggung nyaris tertutup sempurna
sebelum pada akhirnya ia mengajak ku untuk mengikutinya

aku menolak

ada yang masih ingin kupandang disini
yang selama ini senantiasa tak pernah luput dari ingatan
senyuman manis seorang gadis berambut pendek
karena belum juga bilur-bilur di telapak kaki sembuh

ada yang masih ingin aku kenang disini
kebersamaan serta canda tawa layaknya rumah
yang masih tak dapat ku ingkari kerinduannya untuk dapat pulang
karena belum juga pilu di hati terobati

ada yang masih ingin ku temukan disini
debu jejak kaki yang nyaris menghilang
yang saat ini tak lagi dapat ku ikuti langkahnya
karena belum juga letih ku mencari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s