Tentang UNESCO World Heritage

Warisan adalah salah satu produk dari sejarah. Keberadaan beberapa warisan muncul bukan tanpa alasan. Warisan berbentuk bangunan seperti candi and situs memiliki beberapa cerita dan sejarahnya masing-masing. Cerita tersebut muncul di kalangan masyarakat dengan cara yang beragam, baik lewat mitos atau cerita yang berkembang di masyarakat. Beberapa orang tidak menganggap bahwa warisan tersebut penting bagi kehidupan, mereka hanya dianggap sebagai bangunan usang. Padahal, beberapa produk sejarah tersebut menampakan bukti nyata kejayaan suatu bangsa di masa lalu. Beruntung dunia memiliki organisasi yang concern terhadap para saksi bisu ini. Mereka tidak hanya peduli, namun menghargai setiap jerih payah manusia yang berusaha untuk meninggalkan hal penting bagi anak cucunya di kemudian hari lewat produk sejarah.

Pada awalnya warisan budaya yang tersebar diseluruh dunia hanya menjadi warisan budaya nasional yang menjadi hak dan tanggung jawab negara tersebut untuk dapat memelihara dan menjaga warisan nasional mereka sendiri agar tidak punah, namun karena beberapa faktor, salah satu badan PBB -yang khusus mengatasi 5 masalah global yaitu pendidikan, budaya, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan komunikasi atau informasi- yaitu UNESCO merasa bahwa beberapa warisan budaya tersebut -baik secara sengaja atau tidak- seperti dilupakan keberadaannya yang nantinya dikhawatirkan akan punah atau hancur. Dengan alasan tersebut, pada tanggal 17 Oktober sampai 21 November 1972, UNESCO membentuk World Heritage Committee (Komite Warisan Budaya Dunia) yang diselenggarakan di Paris untuk membahas usaha penyelamatan beberapa warisan budaya nasional. Permasalahan ini dianggap menjadi isu global yang menjadi cikal bakal naiknya level warisan budaya nasional menjadi warisan budaya dunia. Seluruh warisan budaya adalah milik semua warga dunia tanpa memandang lokasi dimana warisan budaya tersebut berada untuk menghargai nilai kemanusiaan luar biasa yang terkandung dalam warisan budaya tersebut, ini menjadi alasan utama mengapa UNESCO menganggap permasalahan ini sebagai isu global.

world heritage map
world heritage map

UNESCO sendiri membagi warisan budaya tersebut menjadi 3 golongan menurut jenisnya, yaitu cultural, natural dan mixed. Cultural adalah warisan budaya yang biasanya berbentuk bangunan kuno seperti candi dan kuil, diberi keterangan bewarna kuning, sedangkan natural adalah warisan budaya yang terbentuk karena proses alam, diberi keterangan bewarna hijau, misalnya adalah hutan lindung dan gua. Sedangkan mixed adalah perpaduan antara keduanya, diberi keterangan bewarna setengah hijau dan setengah kuning, seperti wilayah konservasi yang didalamnya terdapat unsur budaya dan alam. Selain itu UNESCO juga menggolongkan beberapa tempat yang dianggap sedang berada dalam ancaman kepunahan, tropical rainforest heritage di pulau sumatera adalah salah satunya dan diberi keterangan bewarna merah.

Sejarah mencatat beberapa momen penting yang diabadikan lewat bangunan kuno. Tidak ada satu bangsa yang lahir tanpa adanya sejarah atau warisan. Pada kenyataannya hal yang ada disekeliling kita memberikan kpelajaran berharga lewat keberadaannya yang masih ada sampai sekarang. Memang benar bahwa mereka hanyalah saksi bisu, namun sebenarnya mereka berbicara, kita hanya perlu untuk membuka mata dan melihat cerita mereka lewat bentuk dan relief yang ditinggalkan melalui setiap corak dan pahatan dari perkakas sederhana.

Heritage is our legacy from the past, what we live with today, and what we pass on to future generations. Our cultural and natural heritage are both irreplaceable sources of life and inspiration. –UNESCO-

Source : en.unesco.org

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s