The man who wanted to know everything “Leonardo da Vinci”

https://i0.wp.com/www.acikbilim.com/wp-content/uploads/2012/09/Leonardo-Da-Vinci.jpg

Apabila ada seorang ilmuwan yang mampu untuk mengkoneksikan berbagai macam ilmu pengetahuan menjadi satu kesatuan yang berbentuk fisik, Leonardo da Vinci adalah salah satunya. Orang yang mendedikasikan seumur hidupnya di bidang ilmu pengetahuan dan seni ini adalah salah satu orang paling genius yang pernah hidup di muka bumi. Semasa hidupnya, dia tidak hanya mendalami dan mengembangkan satu cabang ilmu saja, namun dia juga tercatat sebagai ahli di bidang anatomi, teknologi, astrologi, arsitektur, seni dan fisika. Teknologi modern yang ada pada saat sekarang tidak terlepas dari rancangan model yang diciptakan olehnya, seperti mobil, mesin uap, helikopter, kapal terbang dan kapal selam.

Dimasa hidupnya, dia menolak pandangan gereja yang pada saat itu tidak memperbolehkan kaumnya untuk belajar dan mengembangkan sains karena ilmu pengetahuan dipandang dan digunakan untuk melegetimasi keyakinan yang didasarkan pada dogma-dogma agama, namun Leonardo da Vinci percaya bahwa segala sesuatu yang Tuhan ciptakan memiliki arti dan makna yang harus terus menerus digali agar seorang manusia dapat menjadi manusia yang seutuhnya, seperti yang dikatakan oleh seorang filsuf pada zaman renaissance, Descartes, cogito ergo sum (aku berpikir maka aku ada).

Teknologi modern banyak mengambil model dari ilmuwan-ilmuwan pada zaman renaissance. Tidak terhitung jumlahnya teknologi yang ditemukan pada zaman tersebut. Pada saat zaman kegelapan, eropa diserang wabah pes yang membunuh sekitar sepertiga bangsa eropa dan dikenal sebagai black death. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang munculnya zaman renaissance yang banyak melahirkan ilmuwan-ilmuwan terkemuka di dunia. Salah satu cara Tuhan untuk membuat manusia lebih berpikir adalah lewat cobaan yang diberikannya. Tidak dapat dibayangkan apabila manusia-manusia yang hidup pada zaman itu tidak berevolusi menjadi manusia yang berkembang secara intelektual, maka mungkin tidak akan pernah ada teknologi yang bisa kita nikmati pada saat ini.

Leonardo da Vinci bukan hanya sekedar ilmuwan, lebih dari itu dia adalah seorang visioner yang mampu menginovasi suatu hal yang baru walaupun pada saat itu ia dibatasi oleh ketersediaan teknologi. Untuk mengetahui struktur organ dalam manusia, Leonardo da Vinci mencuri mayat orang untuk dianalsis dan dipelajari struktur organ dalamnya. Dia juga senang memperhatikan burung-burung pada saat terbang yang mengilhaminya membuat model pesawat terbang, walaupun bukan dia orang pertama yang mampu melakukan penerbangan sederhana. Ia rela melakukan hal-hal yang tidak pada umumnya dilakukan oleh orang-orang hanya untuk mencari tahu berbagai hal yang ingin ia ketahui. Ia juga menolak pandangan para ahli astrologi sebelumnya yang menilai bahwa bumi adalah pusat tata surya (geosentris), Leonardo da Vinci berpendapat bahwa matahari adalah pusat tata surya dengan bumi dan planet-planet lain yang mengelilingi matahari. Hal ini juga mengilhaminya untuk membuat model kompas yang membantu ekspedisi Christoper Colombus menuju benua Amerika (New World), yang menjadi latar belakang lahirnya zaman kolonialisme.

Meskipun dia menentang ketetapan dari gereja, namun dia bukanlah seseorang yang atheis. Terbukti dari beberapa Masterpiece yang menggambarkan perjamuan terakhir (the last supper) sebelum Yesus disalip atau lukisan terkenal dia yang lain seperti Monalisa. Banyak literature yang mencoba untuk menganalisis dan menginterpretasi kedua lukisan tersebut, mengenai versi sejarah mana yang benar? Tidak ada yang dapat memastikannya. Leonardo da Vinci ingin menciptakan pandangan bahwa agama bukanlah sebuah tembok atau halangan bagi manusia untuk dapat mempelajari hal-hal diluar dari ketetapan agama. Bahwa seorang manusia yang dibekali dengan akal dan pikirian mampu menjelaskan beberapa kejadian dengan perhitungan yang logis bukan mistis. Bahwa inovasi adalah salah satu jalan menuju revolusi bukan distorsi, dan bahwa sains adalah suatu hal yang harus dikembangkan bukan diacuhkan. Leonardo da Vinci tidak hanya seseorang yang mampu mendobrak nalar pemikirian orang-orang pada umumnya, lebih dari itu dia adalah seseorang yang mampu mengaplikasikan ide-ide brilian kedalam bentuk fisik yang mampu dipercaya oleh orang-orang awam pada saat itu. Seisi dunia patut berterima kasih atas warisan-warisan yang telah ditinggalkannya

“The noblest pleasure is the joy of understanding.” (Leonardo da Vinci)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s