A simple word “limitation”

Ada banyak hal yang saya inginkan, ada banyak hal yang saya pertanyakan, ada banyak hal yang saya cari dan ada banyak hal yang tidak saya mengerti. Pertanyaan sederhana yang pada kenyataannya membutuhkan jawaban yang tidak sederhana. Seperti, kenapa kita selalu dihadapkan oleh dua hal yang kontradiktif dalam hidup? Apabila putih itu nyata, kenapa hitam tak kunjung lenyap? Apabila 1 itu mutlak, mengapa harus ada 2, 3, 4, dst? Pertanyaan tersebut terus berputar dan menghatui pikiran tanpa dapat saya indahkan begitu saja.

Terkadang sesuatu yang kita ketahui tidak sepenuhnya dapat kita pahami dan kita mengerti. Pengetahuan belum cukup menjembatani saya untuk dapat memahami hal yang terjadi didalamnya. Karena semakin saya tahu, akan semakin banyak pertanyaann muncul didalam benak saya. Hidup itu terlalu kompleks untuk dapat saya mengerti dan pahami. Seperti yang terdapat pada kisah yang diceritakan oleh guru saya tentang Abu Thalib paman Rasulullah. Beliau yang dikisahkan merawat, mengurus dan melindungi nabi Muhammad sampai akhir hayatnya mati dalam keadaan kafir. Kisah tersebut membuat saya berpikir bahwa manusia memiliki batas kemampuan untuk dapat melakukan apapun yang dikehendakinya tanpa terkecuali siapapun dia manusianya.

Pada kenyataannya hidup dan pengalaman mungkin dapat memberikan jawaban tersebut. Pada kenyataannya alam mungkin memberikan jawaban, namun sayangnya saya tidak memahami pertanda yang diberikan oleh langit, atau mungkin suatu hari nanti, waktu sendiri yang akan menjawabnya, atau mungkin saya hanya harus menjalani hidup tanpa perlu banyak bertanya dan memahaminya? Pada akhirnya hanya satu kata yang dapat menjelaskannya, ikhlas. Sekeras apapun usaha kita untuk dapat mewujudkan apa yang kita inginkan, keputusan tetap ada di tangan sang pencipta, yang harus kita lakukan apabila kita sudah berusaha adalah ikhlas menerima semua yang digariskan kepada kita.

Advertisements