Past

Past, present and future, begitu kata dosen saya ketika menjelaskan secara singkat tentang jenis-jenis grammar. Kita tidak perlu menghafal semua jenisnya, karena yang terpenting adalah 3 aspek tersebut.

Begitu pula saya memandang hidup. Bagi saya waktu itu cuma ada 3, masa lalu, masa kini dan masa depan. 3 hal tersebut menuntun kita untuk dapat menjalani hidup. Beberapa orang menjalani hidup karena masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Beberapa orang yang menjalani hidup karena masa lalu nya berkata bahwa “hidup adalah pembuktian.” Mereka termotivasi untuk dapat mewujudkan cita cita mereka untuk sebuah pengakuan. Masa lalu yang dirasa perih membuat mereka terpacu untuk tidak mengulang kesalahan yang sama. Apabila mereka kehilangan motivasi untuk dapat melangkah ke depan, yang akan mereka lakukan adalah menoleh kebelakang dan mengingat sesuatu yang membuat mereka dapat survive sampai sekarang, mengingat sesuatu yang menjadi tujuan mereka dari awal. Mereka membutuhkan kerja extra untuk dapat maju dengan cara menoleh kebelakang dan kedepan. Tidak jarang godaan datang dari sisi kanan ataupun kiri.

Orang yang menjalani hidup untuk masa kini berkata bahwa “hidup itu let it flow.” Mereka membiarkan hidup mereka berjalan seperti apa adanya dan sebagaimana mesti nya. Satu hal yang menjadi keunggulan mereka adalah tidak adanya beban bagi mereka karena mereka tidak mematok target apapun di depan sana.

Orang yang menjalani hidup untuk masa depan berkata bahwa “hidup itu perjuangan.” Mereka akan berupaya keras untuk dapat mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. Mereka mendapatkan motivasi hanya dengan melihat kedepan tanpa terganggu oleh sesuatu yang ada dibelakangnya. Mereka lebih fokus dan tentu saja lebih mudah bagi mereka untuk mencapai garis finish.

Namun, terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu dikabulkan oleh Tuhan. Terkadang ia menjawab doa-doa kita dengan “no.” Orang yang hidup karena masa lalu akan merasakan kekecewaan yang mendalam karena ternyata ia gagal untuk membuktikan sesuatu yang ia impikan sejak awal. Karena usaha-usaha mereka akhirnya sia-sia. Sesuatu yang dijadikan alasan untuk dapat bertahan dan membutuhkan proses yang panjang dalam pencapaiannya tidak dapat terwujud. Usahanya untuk mencapai garis finish dengan melihat secara 2 arah tidak membuahkan hasil yang baik. Orang yang hidup untuk masa kini masih berjalan santai tanpa tau dimana garis finish. Sementara orang yang hidup untuk masa depan terlihat kecewa, namun ia merasa puas karena usaha yang mereka lakukan sudah maksimal dan dinilai tepat dengan hanya memfokuskan pandangan mereka ke depan.

Ini bukan soal mana yang lebih baik atau buruk, ini tentang bagaimana kita dapat memaknai dan menjalani hidup dengan cara yang tepat. Karena bagaimana pun, tidak akan ada yang bisa kita perbuat untuk masa lalu yang kini sudah menjadi sejarah. Biarkan masa lalu tetap berada di garis belakang tanpa harus kita menoleh ke belakang. Karena ketika kita sampai di finish, tanpa kita sadari garis belakang sudah tak terlihat dan hanya akan menjadi pengingat bahwa kita dulu pernah berada disana, agar kita tahu bahwa untuk dapat sampai di garis finish dibutuhkan perjuangan.

*Untuk seseorang yang dihantui oleh bayang-bayang masa lalu.