Yang Terlupakan

Selama ini, mungkin kita jarang berdiskusi, membicarakan apa yang seharusnya kita lakukan untuk kita berdua
Tak jarang kau terlupakan, atau bahkan sengaja aku lupakan
Kau sering kali memanggil, pelan atau bahkan tak dengar, namun diujung sana aku tahu kau menjerit, mencoba menyadarkan ku bahwa aku tak sendiri
Maafkan aku, yang dengan sengaja melupakan mu
Maafkan aku, yang jarang sekali mengajak mu untuk berdiskusi
Terima kasih untuk kesetiaan mu, yang selalu menunggu ku datang untuk menjemput mu
Kali ini, biarkan aku menarikmu kepermukaan dan pergi membawa mu jauh dari dasar kesendirian
Kali ini, biarkan aku berlari mengejarmu, atau bila mungkin aku tak mampu lagi untuk berjalan, akan ku seret kaki ini agar aku bisa mendekati mu
Ijinkan aku untuk melakukan itu
Ijinkan aku untuk membahagiakan mu
aku mohon, ijinkan aku…
#puisi untuk hati kecil

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s